| Sunday, 29 March 2009 | |
| BEKASI (NO) –Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia Meuthia Farida Hatta meminta para pendukungnya bersabar. Dia tidak akan buru-buru mendeklarasikan diri sebagai capres atau cawapres karena ingin menunggu dulu hasil pemilu legislatif. ”Kader dan masyarakat memang banyak yang menginginkan agar saya maju (dalam Pilpres).Kepercayaan ini harus saya hormati.Tapi, saya tak mau buru-buru. Saya akan fokus dulu membawa PKP Indonesia merebut kemenangan dalam pemilu legislatif mendatang,” ujar Meuthia setelah berkampanye di hadapan ribuan kader dan simpatisan PKP Indonesia di GOR Bekasi Jalan Ahmad Yani,Bekasi Selatan,Kota Bekasi, siang kemarin. Seperti diketahui,Meuthia sudah dari tahun lalu menyatakan kesiapannya menjadi capres atau cawapres. Bahkan, selain menetapkan Meuthia sebagai ketua umum, Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) ke-IV PKP Indonesia di Jakarta, Januari 2008 lalu secara nonformal juga mengusung Meuthia sebagai bakal capres atau cawapres. Di bursa pilpres, dia tak segan berhadapan dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Beberapa pihak juga mewacanakan putri proklamator Bung Hatta ini menjadi cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan melanjutkan koalisi Partai Demokrat- PKP Indonesia sejak Pilpres 2004. Dalam bursa cawapres SBY ini,Meuthia bersaing dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ditanya soal peluang koalisi, Meuthia menegaskan bahwa saat ini PKP Indonesia ingin menyelamatkan dulu agar koalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB) pada Pilpres 2004 selesai dengan kondusif. Meuthia melanjutkan,setelah berkeliling ke beberapa daerah, dirinya yakin PKP Indonesia mampu menambah perolehan suara 5% di setiap daerah pemilihan (dapil) dibanding hasil Pemilu 2004 lalu. Aktivis perempuan ini telah menetapkan target PKP Indonesia harus mampu meraup sekitar 6 juta suara atau 4,5% dari seluruh suara sah pemilu legislatif. ”Sedikitnya,14 kader PKP Indonesia harus duduk di DPR RI,” sebut istri ekonom kerakyatan Sri Edi Swasono ini. Di tempat lain, Ketua Umum DPP Partai Nasional Banteng Kerakyatan (PNBK) Indonesia Eros Djarot hadir dalam kampanye nasional partainya di Lapangan ABRA, Jalan Sukajadi,Kota Bandung. Dalam orasi politiknya, Eros menyerukan pentingnya perubahan sistem politk dan pemerintahan di Indonesia. Dia mengajak para kader dan simpatisan PNBK Indonesia untuk bahu membahu menciptakan perubahan positif. ”Perubahan di Indonesia sekaligus juga sebagai pembelajaran politik yang sehat bagi kemajuan bangsa. Dengan perubahan ini, saya yakin, iklim politik dan kemandirian sosial akan tercipta,”tegasnya. Ketua DPC PNBK Kota Bandung Adi Budiman menargetkan bisa meraih dua hingga tiga kursi di DPRD Kota Bandung. (wahab firmansyah/ radi saputro) |
Rabu, 17 Juni 2009
Meuthia Minta Pendukung Sabar
Diposting oleh Naga Oetara di 02.52
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar